Kepahiang – Upaya serius menekan angka stunting terus digencarkan Pemerintah Desa Temdak, Kecamatan Seberang Musi, Kabupaten Kepahiang. Salah satu langkah nyatanya terlihat dari penyaluran makanan tambahan berupa susu dan telur kepada balita serta ibu hamil.
Program ini tak sekadar bantuan rutin, melainkan bagian dari strategi desa dalam memastikan generasi mendatang tumbuh sehat dan berkualitas. Sasaran utama adalah kelompok paling rentan, yakni anak di bawah usia lima tahun dan ibu hamil.
Kepala Desa Temdak, Yoni Carles, menegaskan bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak dini dengan intervensi gizi yang tepat.
“Kami tidak ingin menunggu. Pencegahan stunting harus dilakukan sekarang, dimulai dari pemenuhan gizi anak dan ibu hamil. Ini investasi masa depan desa,” tegasnya.
Menurutnya, susu dan telur dipilih karena mudah dikonsumsi serta kaya nutrisi penting seperti protein dan kalsium yang sangat dibutuhkan dalam masa pertumbuhan dan kehamilan.
“Kalau gizinya tercukupi, anak-anak kita bisa tumbuh optimal. Begitu juga ibu hamil, kesehatannya harus dijaga agar melahirkan generasi yang kuat,” tambahnya.
Program ini juga diiringi dengan imbauan kepada masyarakat untuk lebih aktif memanfaatkan layanan kesehatan, seperti posyandu, guna memantau perkembangan anak secara berkala.
Respon masyarakat pun cukup antusias. Para penerima manfaat merasa terbantu, terutama dalam memenuhi kebutuhan gizi harian di tengah kondisi ekonomi yang tidak selalu stabil.
Langkah konkret ini diharapkan mampu menekan angka stunting di Desa Temdak secara signifikan, sekaligus menjadi contoh bagi desa lain dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.(Advetorial)

